Delapan tahun lalu, Hadian mengalahkan dua puluh dua perguruan dan membuktikan dirinya tak terkalahkan. Namun kemenangan itu justru merenggut nyawa istrinya. Demi melindungi putrinya, ia menyamar sebagai penarik becak dan hidup dalam diam. Sampai suatu hari, putrinya terancam. Hadian tak lagi menahan diri. Perguruan Silat Perkasa? Baginya, itu bukan lawan. Ia menghancurkan semua rintangan dan menyelamatkan putrinya tanpa ampun.